Sebuah hajatan yang meriah dilaksanakan di sebuah rumah kayu di tengah-tengah desa yang bernama desa marawi, yah terletak di sulawesi selatan, kabupaten pinrang, acara yang sangat meriah dan keributan di mana-mana entah itu suara manusia, peralatan makan yang bergesek-gesekan, semuanya campur aduk menyatu menjadi satu hingga menghasilkan kebisingan yang unik.

Acara hajatan yang digelar tiga hari tersebur, keesokan harinya di pagi hari yang cerah, orang-orang mulai berdatangan untuk membantu tuan rumah membuat beberapa aneka makanan hingga kudapan yang berupa kue kering maupun basah.

Ini sebuah acara penamatan al-quran oleh ketiga bersaudara bernama ihsan, amel dan cika akan diadakan tepatnya di hari ketiga, yah hari rabu ditanggal yang sudah ditentukan oleh kedua orang tua mereka, tak hanya tetangga dekat yang berdatangan, akan tetapi juga keluarga dari pihak ibu maupun ayah mereka juga turut merayakan hari tersebut.

Saat acara dilaksanakan, di dalamnya terdapat acara kenduri yang sangat ramai yang diisi oleh tetangga, hingga sanak keluarga ayah dan ibu mereka, cucu-cucu nenek pun begitu banyak dan tak bisa dihitung, berlarian ke sana ke mari dengan gembira ria, canda tawa meluap bagaikan hujan yang berhamburan.

Di hari terakhir cika yang merupakan anak pertama disuruh oleh nenek dari pihak ibu di acara hajatan untuk memasak sayur bening, yah di benar-benar akan melakukannya walaupun ia sebenarnya tidak pernah membuat sayur seperti itu sebelumnya, akan tetapi, ia kadang memakan sayur bening bersama keluarganya pada saat kumpul makan malam bersama.

Apa yang terjadi selanjutnya, yaitu pertama-tama cika mengambil bahan sayur-mayur di dalam kulkas yang sudah tersedia, setelah itu mempersiapkan alat seperti pisau, dan beberapa baskon untuk memisahkan jenis-jenis sayuran setelah ia memotongnya, kemudian ia mulai mencuci sayur-mayur dengan air yang mengalir dan mulai memotongnya, terakhir ia mencari panci dan mengisinya dengan air setengah panci dan memasukkan semua bahan sayur yang telah dipotongnya ke dalam panci dan meletakkannya di atas kompor dengan api menyala. rekomendasi drakor

Beberapa jam telah berlalu, cika sudah cukup lama menunggu sayur itu agar siap disajikan dan disantap, akan tetapi apa yang terjadi ia mencoba membuka tutup panci dan mencoba tekstur dari sayur rasanya masih mentah, ditutup lagi agar menjadi sempurna, terus dicoba lagi masih dengan rasa yang sama, ternyata apa yang terjadi cika baru menyadari bahwa cara ia memasak sayur dengan ibunya sangat berbeda, oh tidak prosedur memasak sayurnya salah besar, kan yang benar mendidihkan air panci dulu baru bahan-bahan di masukkan satu persatu, cika mulai gelisah dengan berkata dalam hatinya “waduh, gimana nih aku buat sayurnya salah, entar dimarahin ataukah diketawain nih”, huuft menyebalkan kenapa aku bisa lupa cara buat sayur” ucap cika.

Tiba-tiba nenek datang menghampiri cika dengan wajah yang sangat serius, di saat itu cika kelihatannya gelisah dan badannya gemeteran, tanpa basa-basi nenek bertanya pada cika dengan berkata seperti ini “cika cucuku, apa sayurnya sudah masak?”, cika meresponnya dengan berucap “eeee, begini nenek, saya masak sayurnya salah”, apa yang terjadi nenek malah tersenyum dan mencubitku dari belakang, ohh tidak rasanya sakit, mungkin inilah hukuman bagi cucu yang tidak tahu memasak sayur.

Demikianlah pengalaman pahit cika dalam memasak sayur, sebaiknya kita perlu memahami prosedur memasak makanan sebelum bertindak, yah agar tidak semrawut buatnya.

Saran dan kritik dari sahabat readers sangat bermakna bagiku, dan semoga bermanfaat hehehe.