Di pasaran telah beredar banyak sekali brand obat sariawan. Akan tetapi, apakah Anda yakin bahwa semua obat tersebut aman untuk dikonsumsi, apalagi untuk bayi yang masih rawan terhadap banyak hal. Sehingga, Anda harus menggunakan obat sariawan bayi yang memang tidak berbahaya dan menimbulkan efek tertentu yang membuat bayi tidak nyaman.

Untuk itu, Anda harus memperhatikan beberapa hal sebelum memilih obat yang tepat untuk mengatasi sariawan pada bayi. Salah satu yang cukup penting untuk diperhatikan yakni kandungan yang ada pada obat itu sendiri. Anda harus memastikan bahwa kandungan yang ada masih aman dikonsumsi oleh sang bayi. Di samping itu, Anda juga harus selalu memperhatikan resep dan dosis yang diberikan oleh dokter.

Kandungan Obat Sariawan Bayi yang Dinilai Aman

 

1. Hyaluronic Acid

Kuantitas kandungan hyaluronic acid dalam obat sariawan bayi yang dinilai aman yaitu berkisar 0,2%. Manfaat dari kandungan tersebut yaitu untuk melapisi bagian luar luka sariawan agar tingkat kesensitifannya bisa berkurang dan tidak begitu terasa mengganggu. Dengan demikian nyeri yang biasanya ditimbulkan karena adanya luka tidak begitu terasa.

Ketika rasa sakit akan sariawan tersamarkan, bayi tetap dapat makan maupun menyusu dengan baik, walaupun kandungan hyaluronic acid tidak bertahan terlalu lama. Anda dapat menggunakan produk Aloclair untuk membantu menyembuhkan luka sariawan pada bayi.

Sebenarnya hyaluronic acid bermanfaat untuk meningkatkan hidrasi, terutama pada bagian yang terkena sariawan, sehingga proses penyembuhannya bisa berjalan lebih cepat. Kandungan tersebut dinilai aman baik untuk luka sariawan yang berukuran kecil maupun besar.

2. Acyclovir dan Penciclovir

Kedua bahan tersebut terkandung dalam obat yang pemakaiannya dengan cara dioleskan. Khasiat dari kandungan berupa acyclovir dan penciclovir yaitu memusnahkan virus dan bakteri yang menjadi faktor penyebab timbulnya luka sariawan, terutama bagi luka karena terkena virus herpes.

Dalam pemakaian obat sariawan bayi dengan jenis obat oles, Anda dapat mengaplikasikannya pada luka cukup sekali dalam jangka waktu 2 jam, kecuali jika bayi sedang tidur. Anda dapat melakukan jenis pengobatan ini sekitar 4 hari ataupun seperti dengan yang diinstruksikan oleh dokter.

3. Ibu profen atau Paracetamol

Kandungan kedua jenis bahan tersebut adalah yang paling sering dijumpai pada berbagai jenis obat, tidak terkecuali pada obat sariawan. Ketika bayi mempunyai luka sariawan, kandungan paracetamol tersebut berfungsi sebagai pengurang rasa nyeri yang ditimbulkan akibat luka pada sariawan.

Terkait dengan jumlah atau takaran yang tepat untuk menggunakannya, Anda harus berkonsultasi dengan dokter yang memang paham akan hal tersebut. Anda harus benar-benar menyesuaikan proses pengobatan sesuai dengan instruksi dari dokter, sebab resep yang dibuat sudah disesuaikan dengan usia dari setiap pasien.

Ketika Anda telah melakukan pengobatan sesuai resep yang diberikan oleh dokter namun belum juga ada perubahan setelah beberapa pekan, atau bahkan sariawan tersebut kembali muncul baik di tempat yang sebelumnya ataupun di tempat yang berbeda, Anda harus segera kembali berkonsultasi dengan dokter. Dengan demikian, Anda bisa mendapatkan saran yang terbaik.

Selain pemanfaatan obat sariawan bayi, Anda juga tetap harus memperhatikan konsumsi makanan ataupun minuman sang bayi. Sebab, bisa jadi bayi juga memiliki alergi terhadap asupan makanan tertentu. Sebagai referensi obat yang aman untuk bayi, Anda dapat menggunakan Aloclair sebagai langkah Anda mengusahakan kesembuhan sariawan pada bayi Anda.